Posted by Adie
| Posted in
Berita Unik
| Posted on Friday, July 3, 2009

Malang - Seorang bocah SD asal Jalan Diponegoro No 6, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang mengalami nasib naas. Hampir 90 persen tubuhnya melepuh dan mengelupas setelah berobat ke puskesmas.
Putra pasangan Sudibyo Anton (30) dan Tri Susiati (28), ini mendapat perawatan intensif di ruang Observasi Penyakit Kulit Irna 4 Anak RSU Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Ibu kandung pasien Tri Susiati mengatakan, semula yang dialami Nurochman saat selesai mengonsumsi ikan tongkol awal Juni 2009 lalu. Selang sehari putra satu-satunya langsung gatal-gatal dan melepuh di bagian anggota tubuh. Khawatir akan kondisi anaknya, dia membawa anaknya ke Puskesmas Junrejo.
"Dari puskesmas kami diberi obat. Tapi esok harinya anak saya jadi tambah parah seperti sekarang ini," tutur Susiati kepada detiksurabaya.com di RSSA Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Jumat (3/7/2009).
Mengetahui kondisi anaknya makin memburuk, Susanti membawanya ke RSSA Malang. Selama menjalani pengobatan di RSSA Malang, petugas medis memperban seluruh tubuh yang melepuh.
"Tiap harinya minum obat dan vitamin, serta memberikan salep pada lukanya. Sedangkan perban ini baru dua hari ini dipasang oleh dokter. Nanti jika lewat empat hari akan diganti lagi," ujarnya.
Meski telah mendapat perawatan intensif pasien kerap mengeluh gatal-gatal pada lukanya. Keluhan itu sering terjadi pada malam hari. "Kalau malam ngeluh panas, gatal-gatal, juga nyeri," imbuhnya.
Menurutnya hasil uji laboratorium mengungkapkan kalau anaknya alergi obat hingga menyebabkan kulit pada tubuhnya melepuh.
Sementara Kepala Puskesmas Junrejo dr Rudi Yudiantoro saat dihubungi menuturkan bahwa kasus yang dialami korban adalah Steven Jhonson Syndrome hingga menyebabkan luka melepuh di bagian tubuhnya.
Rudi membenarkan, jika sebelumnya pasien mendapat penanganan medis di Puskesmas Junrejo 9 Juni 2009 lalu, dengan keluhan gatal-gatal di bagian bibir atas dan sebagian anggota tubuh setelah mengonsumsi ikan tongkol.
Pihak puskesmas, kata dia, memberi terapi berupa beberapa obat. "Kami belum tahu perkembangannya, ternyata seperti ini kondisi yang dialami pasien. Dari hasil diagnosa pasien ternyata mengalami Steven Jhonson Syndrome," ungkap Rudi saat dihubungi.
Rudi membantah pengaruh obat yang diberikan pihaknya menyebabkan korban seperti saat ini. Pasalnya, selang 3 hari menjalani obat jalan ke puskesmas, orang tua pasien membawanya ke bidan dan mantri setempat.
Dari dua tenaga medis itu pasien mendapatkan obat berupa puyer dan sirup. Setelah keduanya dikonsumsi kondisi korban jadi seperti sekarang. "Setelah dari kami orang tua pasien membawanya ke mantri dan bidan. Jarak dua hari kondisi semakin memburuk," jelasnya
Rudi menambahkan menanggung biaya rawat inap yang dijalani pasien selama berada di RSSA Malang. "Untuk obat hanya sebagian saja, tidak semua," pungkasnya.(fat/fat)kompas.com
Comments (0)