Posted by Adie
| Posted in
Politik
| Posted on Wednesday, July 1, 2009
BANDUNG, KOMPAS.com - Seorang pengusaha kaus asal Kota Bandung, Hendra (44) terancam rugi ratusan juta rupiah akibat order pengadaan kaus untuk sosialisasi dan kampanye pasangan Capres SBY-Boediono diputus sepihak oleh tim sukses pasangan itu.
Akibatnya pelaku UKM bidang produksi kaus dan sablon yang semula berharap bisa mendapatkan lebih dari proyek itu, sebaliknya harus gigit jari karena pemesan kaus itu enggan membayar kekurangan pembayaran kaos buatannya. "Akibat pemutusan sepihak order itu klien kami rugi sekitar Rp 261,8 juta" kata Makky Yuliawan, kuasa hukum Hendra kepada wartawan di Bandung, Rabu (1/7).
Menurut Maki, pemutusan sepihak order pesanan kaus untuk kampanye itu dilakukan oleh salah seorang tim sukses berinisial F yang juga mantan caleg dari Partai Demokrat dengan alasan pengiriman tidak sesuai dengan perjanjian.
Awalnya, kata Makki, pengusaha kaus yang memiliki tempat usaha di Jalan Kopo Bandung itu mendapat order atau pesanan kaos bergambar capres/ cawapres yang diusung partai pemenang pemilu 2009 itu sebanyak 960 ribu buah dengan total nilai pesanan Rp 4,6 miliar. Disepakati uang muka sebesar 30 persen. Namun, pembayarannya tidak sesuai dengan perjanjian.
Pemesan hanya menyerahkan uang muka senilai Rp 1,05 miliar dari seharusnya Rpx1,38 miliar sehingga mengakibatkan terganggunya produksi pembuatan kaus itu yang menyebabkan terlambatnya pengiriman pesanan kaos itu selama tiga hari.
"Hal itu menjadi alasan pemutusan sepihak itu, padahal klien kami terhambat produksi karena pembayaran uang muka belum terpenuhi sebagaimana perjanjian sebelumnya," kata Makki Yuliawan.
Sementara itu tim sukses capres itu, kata Makki bersikeras tidak mau membayar kerugian kliennya bahkan membawa-bawa nama kerabat pejabat pemerintahan saat ditagih. "Kami sudah mengontak DPD Partai Demokrat Jabar untuk memfasilitasi, namun belum ada respon," kata Makki Yuliawan.
Sementara itu Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulanjana ketika dikonfirmasi menyatakan tidak mengetahui transaksi dan order kaos itu. "Tidak tahu...itu kan urusan bisnis. Kami sama sekali tak ada hubungannya dengan itu. Konsentrasi kami pada pemenangan Pilpres di Jawa Barat," kata Iwan.
Comments (0)